Jumat, 09 April 2021

KONSEP DASAR MENULIS BAGI PEMULA

Malam ini saya mengikuti materi tentang konsep dasar menulis di kelas WAG yang dipandu oleh Pak Sucipto Ardi. Beliau sering disapa dengan nama Pak Cip. Adapaun narasumber pada pertemuan ketiga ini adalah seorang ibu yang berprofesi sebagai guru sekaligus operator DAPODIK di SMP Negeri 2 Kabupaten Jembrana, Bali. Rita Wati, S. Kom. nama lengkapnya.
Bu Rita merupakan jebolan kelas belajar menulis asuhan Omjay juga loh! Beliau dari gelombang 10. Selama setahun bergabung di WAG Belajar Menulis, beliau telah melahirkan belasan buku. Empat buku solo dan 10 buku antologi. (Wow, fantastis!)
Melihat sekumpulan buku di gambar tersebut, saya menjadi iri sekaligus termotivasi untuk terus belajar. Saya bertekad akan mengikuti jejak para guru blogger Indonesia untuk memberikan warisan terbaik bagi generasi mendatang dalam bentuk karya buku. Aamiin...

Mengawali materi, Bu Rita menyatakan bahwa sebagian besar penulis pemula mengalami 8 gejala penyakit dalam menulis. Saya menyebutnya dengan istilah writing destroyer. 
1. Kesulitan menemukan ide tulisan.
2. Kurangnya perbendaharaan kata yang dimiliki.
3. Susah merangkai kata menjadi kalimat yang runtut.
4. Tidak tahu mau memulai dari mana.
5. Bingung mau menulis apa.
6. Minimnya rasa percaya diri.
7. Menganggap tulisannya tidak enak dibaca.
8. Merasa tulisannya tidak layak dipublikasikan.

Kedelapan gejala penyakit ini masih banyak dirasakan oleh penulis pemula. Jika tidak segera diobati, maka tentu akan menyebabkan terjadinya degradasi spirit dan hilangnya motivasi/minat dalam menulis.  Lalu, apa solusinya? Tenang saja! Bu Rita punya resep obatnya. 

Sebagai penulis pemula, hal terpenting yang harus dilakukan untuk menghindari writing destroyer itu hanyalah menulis, menulis, dan menulis. Tidak usah memikirkan hal lain kecuali terus berlatih menulis secara rutin.

Jika sudah terbangun kebiasaan menulis setiap hari, maka selanjutnya adalah mengembangkan kemampuan dalam menulis. Aspek yang paling mendasar dalam menulis dikenal dengan istilah ADIKSIMBA. Istilah ini merupakan akronim dari enam unsur-unsur kepenulisan.
1. Apa (what)
2. Di mana (where)
3. Kapan (when)
4. Siapa (who)
5. Mengapa (why)
6. Bagaimana (how)

Ketika penulis mengacu pada formulasi 5W1H ini, maka tulisan yang dihasilkan akan lebih menyeluruh dan kompleks. Rumus ini juga berlaku dalam segala bentuk tulisan (fiksi maupun non fiksi)

Selanjutnya, Bu Rita memaparkan beberapa kesalahan umum dalam menulis. Pada dasarnya hal ini merupakan hasil temuan beliau ketika sedang melakukan edit naskah tulisan para penulis pemula. 
1. Paragrafnya relatif panjang.
2. Penggunaan tanda baca yang kurang tepat.
3. Ejaannya terkadang tidak sesuai dengan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).
4. Kata-kata yang digunakan biasanya kurang efektif.

Menurut Bu Rita, kesalahan-kesalahan yang sering terjadi dapat diminimalisir dengan tujuh langkah praktis. Dengan demikian, tulisan yang dihasilkan menjadi lebih bermutu dan enak dibaca.
1. Perbanyak membaca dari sumber bacaan apapun.
2. Terus berlatih menulis setiap hari. Rutinkan menulis minimal 3 paragraf per harinya.
3. Buatlah paragraf pembuka yang dapat menarik perhatian pembaca. Demikian pula dengan isi dan paragraf penutup.
4. Gunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI.
5. Perhatikan susunan kalimatnya berdasarkan SPOK (Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan)
6. Apabila kegiatan menulis sudah kelar, bacalah minimal 3 kali.
7. Bedakan antara jenis tulisan di media online dengan menulis buku ataupun karya tulis ilmiah.

Sebagai tambahan pengetahuan bagi penulis pemula, Bu Rita membagikan bekal mengenai dasar-dasar penulisan yang baik. Dalam pertemuan kali ini, Bu Rita membatasi pembahasan pada tiga bagian saja, yaitu penggunaan huruf kapital, penggunaan kata depan (di-), dan penggunaan tanda seru (!).

Sebelum mengakhiri materi, Bu Rita berpesan agar para peserta terus menulis, tidak perlu takut jika melakukan kesalahan dan segera tuangkan ide yang datang ke dalam bentuk tulisan. Secara pribadi, saya sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena telah memberi kesempatan untuk belajar menulis. Saya juga berterima kasih kepada seluruh narasumber, termasuk Bu Rita yang mau berbagi tentang seluk beluk dunia kepenulisan. 


Waktu pertemuan: Jum'at, 09 April 2021
Resume ke: 3
Tema: Dasar Kepenulisan
Narasumber: Rita Wati, S. Kom.
Gelombang: 18

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANUARI BER-HAB (Part 1)

Tahun 2021 telah meninggalkan semesta. Dia pergi dengan membawa berjuta kenangan dan warna-warni kehidupan.  Kini giliran tahun ...