Tampilkan postingan dengan label resume kedua. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resume kedua. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 April 2021

MENEMUKAN IDE TULISAN ALA OMJAY

Seharian ini saya sangat sibuk menjalankan tugas sebagai abdi negara. Sejak pukul 07.12 WITA, saya sudah meninggalkan rumah menuju tempat tugas. Alhamdulillaah jam lima lewat dua puluh menit sore tadi saya sudah berkumpul kembali bersama keluarga di rumah. 

Setelah sholat Magrib, saya mengajari anak-anak membaca kitab suci Al-Qur'an sampai masuk waktu Isya. Rencananya, bakda sholat Isya saya akan segera tidur sebab mata sudah teramat berat menahan kantuk sejak tadi. 

Seperti biasanya, sebelum beranjak ke tempat tidur, saya membuka buku agenda untuk melihat jadwal kegiatan. Eh, ternyata malam ini ada materi yang akan disampaikan di kelas WAG belajar menulis. Pemateri yang akan tampil yaitu Wijaya Kusumah, M. Pd. Beliau akrab disapa dengan sebutan Omjay. Beliau sang guru blogger inspiratif bagi seluruh guru di Indonesia.
Seketika rasa ngantuk saya hilang. Saya merasa bersemangat untuk mengikuti materi yang akan beliau paparkan kepada seluruh peserta. Apalagi judul materinya sangat menarik bagi penulis pemula seperti saya. Materi "Ide Menulis Bagi Guru" kusimak dan kuperhatikan dengan sungguh-sungguh.

Moderator yang bertugas mendampingi Omjay malam ini yaitu Mr. Bams. Sebelum mempersilakan Omjay untuk memaparkan materi, Mr Bams menyampaikan empat hal penting yang harus diperhatikan oleh seluruh peserta.

1. Aktivitas harian peserta WAG belajar menulis gelombang 18. Tujuannya agar peserta tidak kebingungan mengenai alur kegiatan belajar menulis ini.
2. Link yang bisa digunakan peserta untuk mengumpulkan tugas resume.

3. Lima hal penting yang harus dicantumkan oleh peserta dalam setiap resume yang dibuat di blog masing-masing. Kelima hal tersebut yaitu hari dan tanggal berlangsungnya materi, resume ke berapa, apa tema materinya, siapa pematerinya, dan gelombang ke berapa.

4. Link yang bisa dibuka untuk mengecek tugas resume yang telah dikumpulkan oleh peserta.

Selanjutnya, Mr. Bams membagi pertemuan ini menjadi 2 sesi, yakni pemaparan materi dan tanya jawab. Setelah dipersilakan oleh moderator, Omjay mulai menyapa para peserta dan mendoakan kita semua agar tetap sehat dan bahagia bersama keluarga tercinta. (Terima kasih doanya, Omjay!)

Menurut Omjay, ide menulis bagi guru itu tersebar di mana-mana. Bahkan ide menulis itu sebenarnya sudah ada di dalam kehidupan semua orang. Sayangnya, masih banyak yang tidak menyadari hal tersebut. Ketika seseorang diminta untuk menulis, terkadang dia bingung mau menulis apa. Padahal, jika dia peka terhadap segala sesuatu yang terjadi (yang dirasakan sendiri maupun dialami oleh orang lain), maka dia akan menemukan begitu banyak ide yang bisa dituangkan menjadi sebuah tulisan.

Khusus mengenai aktivitas keseharian kita secara pribadi saja, terdapat banyak hal yang bisa dijadikan ide untuk menulis. Dimulai sejak kita bangun di waktu dinihari sampai saatnya beristirahat di malam hari, dapat dijadikan sebuah tulisan. Tentunya kejadian-kejadian tersebut sangat mudah dan lancar dibahasakan karena kita sendiri yang mengalaminya.

Selain bersumber dari pengalaman pribadi, ide menulis juga dapat ditemukan pada diri orang-orang di sekitar. Ada lima contoh yang diutarakan Omjay terkait sumber inspirasi penulis dalam berkarya.

1. Kepala Sekolah
Setiap guru pasti memiliki atasan di satuan pendidikan tempat tugasnya.Kepribadian dan gaya kepemimpinan kepala sekolah dapat dijadikan tokoh utama dalam sebuah tulisan. Terutama jika kepala sekolah terebut memiliki keunikan dalam mengelola sumber daya di sekolahnya, menjadi teladan, dan bisa jadi menjadi sumber inspirasi bagi kepala sekolah yang lain.

2. Rekan Kerja
Dari sekian banyak rekan kerja di sekolah (guru maupun tenaga kependidikan), biasanya ada satu figur yang menjadi panutan banyak orang. Sosok orang tersebut bisa digambarkan dalam sebuah tulisan yang apik. Tujuannya bukan untuk mengelu-elukan atau memuji kondisi seseorang secara fisik, namun diutamakan pada kondisi mental, kinerja, kompetensi sosial dan spiritualnya. 

3. Peserta Didik
Beragam karakter yang ditemukan pada seluruh siswa yang dibina juga bisa menjadi ide menulis bagi guru. Adanya perbedaaan dari segi penyerapan informasi, latar belakang ekonomi dan sosial, kemampuan berinteraksi dengan warga sekolah merupakan sekumpulan topik yang layak untuk dibahas. Dapat dipastikan bahwa dalam setiap rombongan belajar ada karakter yang menarik untuk diulas dan diperhatikan. Keunikan jiwa dan kepribadian siswa, terutama dalam proses pembelajaran, juga dapat dijadikan sumber pelajaran hidup bagi banyak orang.

4. Tetangga
Tidak ada satupun guru yang tidak memiliki tetangga. Kehidupan sosial di lingkungan masyarakat juga memiliki daya tarik untuk diceritakan dalam bentuk tulisan. Bagaimana seorang guru menjalin komunikasi dan kerjasama dengan tetangga, bagaimana sikap masyarakat terhadap kebijakan pemerintah setempat, bagaimana kisah hidup sebuah keluarga dalam menjaga keberlangsungan hidupnya, dan masih banyak tema lain yang bisa dijabarkan dengan menulis.

5. Keluarga
Peran dan kondisi kehidupan seorang guru di lingkungan keluarganya masing-masing tentu saja berbeda-beda. Cara pandang masing-masing anggota keluarga terhadap orang lain juga terkadang tak sejalan. Hal ini juga bisa dijadikan sumber inspirasi bagi seorang penulis pemula. Untuk menghindari munculnya rasa tidak enak di hati ataupun ketersinggungan antar keluarga, sebaiknya yang diangkat dalam tulisan adalah sesuatu yang baik-baik saja. Adapun kekurangan mereka jangan sampai terungkap dalam tulisan kita.

Pada sesi tanya jawab, ada 18 peserta yang mengajukan pertanyaan dan dijawab dengan lugas oleh Omjay. Salah satu pertanyaan yang mewakili kondisi saya diajukan oleh Dewi Elfia dari Padang. 
"Bagaimana meyakinkan diri dan menjadi percaya diri bahwa tulisan kita layak dibaca oleh publik?"

Omjay mengatakan bahwa PD itu sebenarnya bukanlah sesuatu yang otomatis dimiliki oleh penulis. Hampir semua penulis hebat berawal dari proses belajar menulis dari dasar. Tidak ada penulis yang secara tiba-tiba langsung menjadi penulis hebat. Jika pada mulanya tulisan kita sepi pembaca atau kurang menarik, maka itu adalah hal yang biasa. Tidak usah bersedih ataupun berputus asa! Teruslah menulis, menulislah dan selalu menulis! Sebuah tulisan yang menarik adalah hasil dari latihan menulis yang terus menerus dilakukan. 

Adapun kiat yang biasa Omjay lakukan untuk memunculkan kepekaannya dalam menulis adalah dengan menggunakan panca indera. Biasanya ide menulis dipicu dengan memperhatikan foto, video atau sebuah gambar sehingga sesuatu yang kelihatannya biasa-biasa saja dapat melahirkan sebuah tulisan yang menarik.
Malam ini Omjay menantang peserta dengan membagikan sebuah gambar.
Di akhir materi, Omjay berpesan kepada seluruh penulis pemula di WAG agar tetap menjaga semangat dalam menemukan ide tulisan. Beliau mengatakan bahwa setiap tulisan itu akan menemukan pembacanya, maka menulislah dengan hati yang tulus, ikhlas, hanya mengharapkan Ridha dan berkah dari Tuhan Semesta Alam. Teruslah menulis setiap hari dan buktikan keajaibannya!


Waktu pertemuan: Rabu, 07 April 2021
Resume ke: 2
Tema: Ide Menulis Bagi Guru
Narasumber: Wijaya Kusumah, M. Pd.
Gelombang: 18



Sabtu, 13 Maret 2021

KETINGGALAN INFORMASI

Malam ini aku kedatangan beberapa tamu di rumah. Sepulang dari sekolah pada pukul 15.45 WITA,  kudapati Ibu mertuaku sedang asyik bermain bersama cucu-cucunya di ruang tamu. Aku sangat senang dikunjungi oleh ummi (panggilan untuk ibu mertuaku) secara mendadak begini. Biasanya, ummi mengabari aku atau suamiku jika ingin berkunjung ke rumah. Tetapi hari ini, ummi datang tanpa memberi kabar sebelumnya. Mungkin ummi ingin memberi kejutan buat aku dan suami.

Setelah berganti pakaian dan membersihkan badan, segera kutemui ummi di ruang tengah. Dia masih asyik bermain bersama putraku, Awi, yang baru berusia lima tahun. Aku menanyakan kabar ummi dan keluarga besar suamiku di kampung. Memang, sudah lama aku tidak bertemu dengan keluarga suamiku di sana. Banyak hal yang kami bicarakan. Mulai dari kondisi kesehatan ummi, adik-adik iparku, peristiwa yang terjadi di kampung, sampai pada rutinitas kami sehari-hari.

Setelah mengobrol lama, aku bergegas menuju dapur untuk mempersiapkan menu makan malam spesial bersama ummi. Beberapa menit kemudian, ummi menyusulku ke dapur. Ummi membantuku memasak sambil sesekali berbincang-bincang. Rasanya tak ada habis-habisnya topik yang kami bahas. 

Menjelang magrib, urusan di dapur selesai. Saatnya melaksanakan sholat magrib berjamaah dan dilanjutkan dengan tadarrus (membaca) kitab suci al-Qur'an. Setelah itu, aku segera menyiapkan makan malam dibantu oleh putra sulungku, Jaddid. Kami bersantap malam bersama dengan penuh kegembiraan. Pada saat aku merapikan ruang makan, terdengar suara ketukan dan salam di pintu depan.

Putraku Jaddid mengintip melalui jendela untuk melihat orang yang ada dibalik pintu. Ternyata, kakak sulungku - kak Eni - bersama keluarganya yang datang. Aku merasa senang kedatangan tamu kedua kami hari ini. Kak Eni meminta tolong diajari menggunakan aplikasi google formulir untuk membuat soal ujian online. Setelah pekerjaanku di dapur dan di ruang makan selesai, aku mulai beralih profesi menjadi instruktur bagi kakakku.

Selama kurang lebih dua jam aku berperan sebagai guru privat bagi kak Eni. Aku langsung meminta kak Eni berlatih menggunakan aplikasi tersebut. Ketika menunggu kak Eni menginput soal ke google form, aku mengecek WAG belajar menulis asuhan Omjay. Di sana kudapati informasi dari Omjay bahwa malam ini akan digelar webinar PGRI dengan judul "Optimalisasi Akun Pembelajaran dalam Mengelola Kelas Digital". 

Tanpa memperhatikan hal lain, aku langsung meng-klik link zoom meeting yang dibagikan di WAG. Ternyata, oh ternyata, di ruang zoom sedang berlangsung sesi tanya jawab. Wadduh..., aku ketinggalan informasi, pemirsa! Segera aku membuka ruang chat dan membaca beberapa pertanyaan yang masuk. Dari situ aku memperoleh gambaran bahwa yang dibahas oleh pemateri adalah penggunaan akun pembelajaran gratis yang diberikan oleh pemerintah untuk memudahkan para pendidik dan peserta didik di masa pandemi. 

Akun ini dapat diperoleh melalui aplikasi dapodik (data pokok pendidikan) masing-masing satuan pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bekerjasama dengan Google menyiapkan akun pembelajaran gratis dengan domain www.belajar.id. Aku terus menyimak jawaban dan penjelasan pemateri atas pertanyaan-pertanyaan para peserta. 

Ada salah seorang peserta yang mengirim pertanyaan melalui chat dan ini cukup menarik perhatianku. Dia menanyakan tentang akun bagi sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Agama. Apakah madrasah dan pondok pesantren juga bisa menggunakan akun pembelajaran gratis ini atau tidak? Sebab di Kemenag itu hanya memiliki akun simpatika bagi guru dan tenaga kependidikannya. 

Pertanyaan tersebut belum sempat kudengar dibacakan oleh moderator ke pemateri, aku kembali disibukkan oleh pertanyaan-pertanyaa kak Eni yang sedang menginput soal ujian ke google form. Aku betul-betul bingung, teman-teman! Aku tak tahu harus fokus ke mana. Di satu sisi, aku ingin mengetahui tentang akun belajar.id pada menit-menit terakhir webinar. Namun di sisi lain, kakakku membutuhkan bantuan dalam penginputan soal. 

Akhirnya, aku tetap fokus mengajar sampai kak Eni pamit pulang ke rumahnya. Aku merasa beruntung dan tersanjung sebab ternyata masih ada orang yang membutuhkan bantuanku meskipun itu hanya berbentuk bimbingan singkat. Adapun mengenai informasi baru yang terlewatkan sebagian besarnya masih bisa kudapatkan melalui sumber-sumber informasi lainnya.

Aku berharap masih ada lagi webinar berikutnya yang membahas tentang akun belajar.id lebih detail dan aku memiliki waktu luang mengikutinya. Meskipun di webinar malam ini tidak dapat kuikuti secara keseluruhan, tapi tak ada penyesalan sedikitpun dalam hatiku karena kedatangan dua tamu istimewa hari ini. Malah aku menganggap bahwa ini merupakan sebuah karunia yang luar biasa dari Tuhan untuk keluarga kecilku.

Terima kasih telah berkunjung, Ummi! Terima kasih telah belajar dan berlatih bersamaku, kak Eni! Aku juga berterima kasih kepada Omjay yang telah mengingatkan kami di WAG belajar menulis jika ada webinar ataupun kuliah tentang kepenulisan. Semoga Omjay sehat selalu. Aamiin...   

MENYAMBUT CAHAYA ILMU

Jarum jam menunjuk angka 4, aku sudah siap menunggu jemputan. Hari ini aku bersama tiga rekan kerja diberi tugas mengikuti semin...