Sabtu, 13 Maret 2021

KETINGGALAN INFORMASI

Malam ini aku kedatangan beberapa tamu di rumah. Sepulang dari sekolah pada pukul 15.45 WITA,  kudapati Ibu mertuaku sedang asyik bermain bersama cucu-cucunya di ruang tamu. Aku sangat senang dikunjungi oleh ummi (panggilan untuk ibu mertuaku) secara mendadak begini. Biasanya, ummi mengabari aku atau suamiku jika ingin berkunjung ke rumah. Tetapi hari ini, ummi datang tanpa memberi kabar sebelumnya. Mungkin ummi ingin memberi kejutan buat aku dan suami.

Setelah berganti pakaian dan membersihkan badan, segera kutemui ummi di ruang tengah. Dia masih asyik bermain bersama putraku, Awi, yang baru berusia lima tahun. Aku menanyakan kabar ummi dan keluarga besar suamiku di kampung. Memang, sudah lama aku tidak bertemu dengan keluarga suamiku di sana. Banyak hal yang kami bicarakan. Mulai dari kondisi kesehatan ummi, adik-adik iparku, peristiwa yang terjadi di kampung, sampai pada rutinitas kami sehari-hari.

Setelah mengobrol lama, aku bergegas menuju dapur untuk mempersiapkan menu makan malam spesial bersama ummi. Beberapa menit kemudian, ummi menyusulku ke dapur. Ummi membantuku memasak sambil sesekali berbincang-bincang. Rasanya tak ada habis-habisnya topik yang kami bahas. 

Menjelang magrib, urusan di dapur selesai. Saatnya melaksanakan sholat magrib berjamaah dan dilanjutkan dengan tadarrus (membaca) kitab suci al-Qur'an. Setelah itu, aku segera menyiapkan makan malam dibantu oleh putra sulungku, Jaddid. Kami bersantap malam bersama dengan penuh kegembiraan. Pada saat aku merapikan ruang makan, terdengar suara ketukan dan salam di pintu depan.

Putraku Jaddid mengintip melalui jendela untuk melihat orang yang ada dibalik pintu. Ternyata, kakak sulungku - kak Eni - bersama keluarganya yang datang. Aku merasa senang kedatangan tamu kedua kami hari ini. Kak Eni meminta tolong diajari menggunakan aplikasi google formulir untuk membuat soal ujian online. Setelah pekerjaanku di dapur dan di ruang makan selesai, aku mulai beralih profesi menjadi instruktur bagi kakakku.

Selama kurang lebih dua jam aku berperan sebagai guru privat bagi kak Eni. Aku langsung meminta kak Eni berlatih menggunakan aplikasi tersebut. Ketika menunggu kak Eni menginput soal ke google form, aku mengecek WAG belajar menulis asuhan Omjay. Di sana kudapati informasi dari Omjay bahwa malam ini akan digelar webinar PGRI dengan judul "Optimalisasi Akun Pembelajaran dalam Mengelola Kelas Digital". 

Tanpa memperhatikan hal lain, aku langsung meng-klik link zoom meeting yang dibagikan di WAG. Ternyata, oh ternyata, di ruang zoom sedang berlangsung sesi tanya jawab. Wadduh..., aku ketinggalan informasi, pemirsa! Segera aku membuka ruang chat dan membaca beberapa pertanyaan yang masuk. Dari situ aku memperoleh gambaran bahwa yang dibahas oleh pemateri adalah penggunaan akun pembelajaran gratis yang diberikan oleh pemerintah untuk memudahkan para pendidik dan peserta didik di masa pandemi. 

Akun ini dapat diperoleh melalui aplikasi dapodik (data pokok pendidikan) masing-masing satuan pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang bekerjasama dengan Google menyiapkan akun pembelajaran gratis dengan domain www.belajar.id. Aku terus menyimak jawaban dan penjelasan pemateri atas pertanyaan-pertanyaan para peserta. 

Ada salah seorang peserta yang mengirim pertanyaan melalui chat dan ini cukup menarik perhatianku. Dia menanyakan tentang akun bagi sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Agama. Apakah madrasah dan pondok pesantren juga bisa menggunakan akun pembelajaran gratis ini atau tidak? Sebab di Kemenag itu hanya memiliki akun simpatika bagi guru dan tenaga kependidikannya. 

Pertanyaan tersebut belum sempat kudengar dibacakan oleh moderator ke pemateri, aku kembali disibukkan oleh pertanyaan-pertanyaa kak Eni yang sedang menginput soal ujian ke google form. Aku betul-betul bingung, teman-teman! Aku tak tahu harus fokus ke mana. Di satu sisi, aku ingin mengetahui tentang akun belajar.id pada menit-menit terakhir webinar. Namun di sisi lain, kakakku membutuhkan bantuan dalam penginputan soal. 

Akhirnya, aku tetap fokus mengajar sampai kak Eni pamit pulang ke rumahnya. Aku merasa beruntung dan tersanjung sebab ternyata masih ada orang yang membutuhkan bantuanku meskipun itu hanya berbentuk bimbingan singkat. Adapun mengenai informasi baru yang terlewatkan sebagian besarnya masih bisa kudapatkan melalui sumber-sumber informasi lainnya.

Aku berharap masih ada lagi webinar berikutnya yang membahas tentang akun belajar.id lebih detail dan aku memiliki waktu luang mengikutinya. Meskipun di webinar malam ini tidak dapat kuikuti secara keseluruhan, tapi tak ada penyesalan sedikitpun dalam hatiku karena kedatangan dua tamu istimewa hari ini. Malah aku menganggap bahwa ini merupakan sebuah karunia yang luar biasa dari Tuhan untuk keluarga kecilku.

Terima kasih telah berkunjung, Ummi! Terima kasih telah belajar dan berlatih bersamaku, kak Eni! Aku juga berterima kasih kepada Omjay yang telah mengingatkan kami di WAG belajar menulis jika ada webinar ataupun kuliah tentang kepenulisan. Semoga Omjay sehat selalu. Aamiin...   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JANUARI BER-HAB (Part 1)

Tahun 2021 telah meninggalkan semesta. Dia pergi dengan membawa berjuta kenangan dan warna-warni kehidupan.  Kini giliran tahun ...